Antropologi_mariasirait
Maria Sri Fitri Sirait
Nim: 243300010003
DOSEN PENGAMPU : SEREPINA TIUR MAIDA, S.SOS,M.PD.M.I.KOM
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MPU TANTULAR
KEHIDUPAN BERKELOMPOK
Manusia adalah makhluk sosial yang cenderung hidup berkelompok. Kehidupan berkelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama dan berinteraksi satu sama lain. Fenomena ini menunjukkan bahwa manusia selalu mengadakan hubungan satu sama lain dan membentuk kelompok untuk memenuhi tujuan tertentu.
Ciri-Ciri Kelompok Sosial :
Kelompok sosial memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari kumpulan individu biasa. Berikut adalah beberapa ciri-ciri kelompok sosial:
• Adanya Interaksi Aktif Interaksi yang tinggi antar anggota menandakan kelompok sosial yang dinamis.
• Hubungan Timbal Balik Interaksi menciptakan hubungan timbal balik antar anggota.
• Faktor Pengikat Kelompok memiliki faktor pengikat seperti ideologi, kepentingan, atau kesamaan nasib.
• Struktur kelompok memiliki struktur atau organisasi yang mengatur hubungan antar anggota.
• Kesadaran Bersama Anggota memiliki kesadaran sebagai bagian dari kelompok.
• Jangka Waktu Tertentu Interaksi terjadi dalam jangka waktu tertentu, baik singkat maupun lama.
Terdapat beberapa alasan mengapa manusia cenderung hidup berkelompok:
• Memenuhi Kebutuhan Kelompok membantu memenuhi kebutuhan individu, baik fisik maupun psikologis.
• Mencapai Tujuan Bersama Kelompok memungkinkan pencapaian tujuan yang sulit dicapai sendiri.
• Keamanan dan Perlindungan Kelompok memberikan rasa aman dan perlindungan dari ancaman.
• Identitas dan Harga Diri Kelompok memberikan identitas sosial dan meningkatkan harga diri individu.
• Sosialisasi dan Pembelajaran Kelompok menjadi wadah sosialisasi dan pembelajaran nilai-nilai dan norma sosial.
Studi Kasus: Komunitas Anak Punk di Kota Batam
Komunitas anak punk di Kota Batam menjadi contoh menarik tentang kehidupan berkelompok. Penelitian menunjukkan bahwa mereka memilih menjadi bagian dari komunitas punk karena keinginan sendiri untuk melawan budaya penyeragaman selera dan mengekspresikan diri.
• Motivasi Anak punk memilih punk bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai bentuk pertahanan diri dan ekspresi diri.
• Prinsip Hidup Mereka memiliki prinsip untuk memberikan sesuatu yang berarti dalam hidup dan mandiri.
• Kebersamaan Semangat kebersamaan yang tinggi menjadi ciri khas komunitas punk. Mereka memilih jalanan sebagai tempat berbaur dan menjalin solidaritas.
• Filosofi Filosofi unity atau kesatuan menjadi landasan penting dalam kehidupan berkelompok mereka.
Pengaruh Kelompok Sosial
Kelompok sosial memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan individu dan masyarakat:
• Kehidupan Pribadi Kelompok memengaruhi tingkah laku individu melalui kebiasaan, ideologi, dan karakteristik kelompok.
• Kehidupan Berkelompok Kelompok memengaruhi kesatuan, persahabatan, kerjasama, dan pembelaan terhadap kelompok.
• Solidaritas Kelompok yang solid dapat menimbulkan prasangka terhadap kelompok lain.
Kesimpulan :
Kehidupan berkelompok adalah bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia. Kelompok sosial memenuhi berbagai kebutuhan individu, memengaruhi perilaku, dan memberikan identitas sosial. Studi kasus komunitas anak punk menggambarkan bagaimana kehidupan berkelompok dapat menjadi wadah ekspresi diri, solidaritas, dan pencarian makna hidup.
Referensi :
• Bierstedt (dalam Berger, 2003). Kelompok-kelompok sosial.
• Koentjaraningrat (1996). Komunitas sebagai kesatuan hidup manusia.
• Mulyana (2007). Konsep kehidupan kelompok.
• Santosa, S. Dinamika Kelompok.
• Jurnal Universitas Riau Kepulauan. Studi Kasus Komunitas Anak Punk di Daerah X Kota Batam.
• OSF. Kehidupan Kelompok.
• UPI. Kelompok dalam Masyarakat.
• Katadata. Ciri-ciri Kelompok Sosial, Jenis dan Contohnya.
• UIN Sunan Ampel Surabaya. Kelompok.
• Universitas Andalas. Daftar Pustaka.
• Kompasiana. Mengapa Manusia Berkelompok?.

Komentar
Posting Komentar